Kepala Peyang Pada Bayi Bisa Dicegah, Ini Caranya


Kepala peyang pada bayi mungkin terjadi pada si kecil. Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, Mama perlu mengetahui penyebab kepala peyang pada bayi.

Dengan begitu Mama akan menghindari penyebab tersebut agar tidak ada masalah mengenai tulang tengkorak anak yang sangat lembut.
Posisi tidur menjadi penyebab kepala peyang yang paling sering terjadi.
Posisi telentang memang menjadi posisi yang direkomendasikan para ahli karena posisi ini jauh lebih statis dibanding posisi tengkurap.
Namun sayangnya kondisi ini justru menyebabkan kondisi kepala peyang.
Untuk itu, Mama perlu mengatur posisi tidur bayi. Saat tidur malam mungkin ia tidur dengan telentang, namun Mama perlu mengubah posisi tidurnya beberapa kali agar tidak hanya satu posisi tidur saja.
Selain masalah posisi tidur, bayi yang memiliki kepala asimetris biasanya terlalu banyak duduk dan bersandar pada kursi.
Tidak hanya kursi biasa, bayi yang sering duduk di ayunan atau kursi mobil juga cenderung mengalami kepala peyang.
Pada saat duduk, bayi cenderung meringkuk dan menempelkan kepala pada sebuah bidang.
Kursi mobil atau car seat memang sangat dibutuhkan untuk keamanan bayi, namun Mama perlu mengurangi penggunaan. Misalnya saat di rumah, jangan biarkan anak terlalu banyak menggunakan kursi.
Mama juga perlu secara cermat memilih kursi yang pas untuk bayi sehingga tidak membuat kepala bayi menempel saja. Hindari pula membiarkan bayi tertidur di kursinya.
Bayi prematur juga rentan mengalami kondisi ini.
Tengkorak bayi prematur biasanya lebih lembut dan tentu saja lebih rentan mengalami kondisi kepala peyang.
Biasanya kepala yang asimetris juga bisa disebabkan oleh kondisi saat di dalam rahim. Kepala sesak di dalam rahim bisa menyebabkan tengkorak mereka menempel pada bagian lain.
Penyebab kepala peyang pada bayi juga bisa disebakan oleh cedera otot leher saat lahir.
Biasanya saat dalam rahim bayi mungkin cenderung menempatkan kepala mereka pada satu posisi sehingga otot leher kurang berfungsi dengan baik. Untuk itu, Mama juga perlu membantunya terbiasa menggerakan otot leher agar tidak dalam satu sisi saja.


loading...
Diberdayakan oleh Blogger.